JOIEAKonsultasi

Adat Jawa

Sembilan prosesi panggih, runtut tanpa terlewat

Panggih adalah pertemuan pengantin pria dan wanita setelah akad. Urutannya panjang dan tiap langkah punya makna, jadi perlu tim yang hafal jalannya.

Ely dan Furqon berbusana Jawa biru dongker dalam prosesi panggih di pelaminan bunga putih

Urutan prosesi panggih manten

Dari sanggan sampai sungkeman

Urutan ini kami bagikan di Instagram dan kami pakai sebagai pegangan saat mengawal acara. Detailnya bisa berbeda menurut daerah dan keluarga.

  1. Penyerahan Sanggan

    Keluarga pengantin pria menyerahkan pisang sanggan kepada orang tua pengantin wanita, sebagai lambang tebusan atau tanda ikatan.

  2. Balangan Gantal

    Kedua pengantin saling melempar gulungan daun sirih. Lemparan itu menyimbolkan kasih sayang dan penyerahan hati.

  3. Ngidak Tigan

    Pengantin pria menginjak telur ayam hingga pecah, lambang pecahnya kesucian dan awal kehidupan baru.

  4. Ranupada (Wijikan)

    Pengantin wanita membasuh kaki suami dengan air setaman sebagai tanda bakti dan kesetiaan.

  5. Sinduran (Kanten Asto)

    Orang tua menyelubungkan kain sindur merah putih di bahu kedua pengantin, lalu menggandeng mereka menuju pelaminan. Ini lambang kesiapan menyatukan dua keluarga.

  6. Bobot Timbang (Pangkon)

    Kedua pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin wanita, menunjukkan bahwa orang tua tidak membeda-bedakan kasih sayang.

  7. Kacar-Kucur

    Pengantin pria menuangkan beras kuning, uang logam, dan biji-bijian ke pangkuan istri yang menampungnya dengan kain sindur. Simbol tanggung jawab suami memberi nafkah.

  8. Dhahar Kembul (Dulangan)

    Kedua pengantin saling menyuapi sebanyak tiga kali sebagai lambang hidup rukun dan berbagi.

  9. Sungkeman

    Kedua pengantin berlutut di depan orang tua dan mertua untuk memohon doa restu.

Ely dengan gaun kedua bernuansa Melayu modern berwarna putih

Perpaduan adat

Jawa, Melayu, dan modern dalam satu hari

Menggabungkan adat Jawa dan Melayu dalam satu rangkaian pernikahan adalah pilihan yang kaya akan nilai budaya. Supaya tetap selaras dengan selera masa kini, pengantin bisa memakai dua konsep gaun yang memadukan unsur tradisional dan modern.

Pengantin kami, Ely dan Furqon, melakukannya: busana Jawa biru dongker untuk sesi panggih, lalu gaun putih bernuansa Melayu untuk sesi berikutnya.

Rias dan busana @deo.dian, foto @arieftriiiiiwibowo, dekorasi @nivia_dekor.

Rencanakan bersama wedding planner
Pengantin wanita diapit ayah dan ibu sebelum prosesi panggih
Pasangan pengantin berbusana marun dalam kirab bersama keluarga
Tangan pengantin saling menggenggam di depan ronce melati

Mulai dari sini

Ingin prosesi adat yang lengkap?

Ceritakan adat yang ingin kalian pakai. Kami bantu susun urutan acaranya dan koordinasikan dengan keluarga serta vendor.

Tombol ini membuka WhatsApp dengan pesan yang sudah terisi. Data tidak disimpan di situs.

Konsultasi via WhatsApp